Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah

Ciri-Ciri Penderita Darah RendahPenyakit hipotensi atau darah rendah merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan pusing atau penglihatan menjadi kabur pada si penderitanya. Namun hal itu merupakan gejala darah rendah awal saja. Dan banyak orang yang meremehkan ciri-ciri penderita darah rendah. Oleh sebab itulah, sekecil apapun Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah yang Anda rasakan, sebaiknya langsung mengatasinya segera.

Ciri Ciri Darah Rendah

Untuk penderita penyakit darah rendah, beberapa Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah yang paling umum terjadi biasanya dirasakna oleh penderita adalah seperti pusing kepala dan juga penglihatan yang kabur, serta biasanya Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah yang lain adalah mudah lelah, menjadi mual dan muntah, bingung, dan bahkan untuk kasus parah ada yang pingsan. Dan jika hal ini sudah terjadi, maka artinya adalah tensi darah Anda sangat rendah.

Sebaiknya Anda harus mulai waspada disaat Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah sudah ditandai dengan pusing dan mata Anda sudah mulai berkunang-kunang. Biasanya Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah yang satu ini disebabkan karena saluran darah yang kurang memadai ke otak. Hal ini juga bisa menyebabkan konsentrasi semakin menurun. Misalnya disaat sedang belajar, bekerja dan juga disaat sedang melakukan aktivitas lainnya. Dan jika anda mengalai kedua ciri ciri darah rendah tersebut, maka kemungkinan adanya gangguan yang tidak beres pada tubuh Anda. Sebaiknya lakukanlah pengobatan dengan segera.

Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah

Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah

Selain itu juga ciri ciri darah rendah yang lainnya yang banyak ditemukan adalah kulit berubah menjadi pucat dan tubuh menggigil. Kondisi ini bisa datang secara mendadak. Dan banyak orang yang meremehkannya karena dianggap sebagai suatu hal yang biasa saja, padahal ciri ciri darah rendah yang satu ini penyebabnya adalah karena jumlah darah tidak memadai untuk bisa mengisi jaringan tepi misalnya adalah seperti kulit. Bukan hanya itu saja, namun penderita darah rendah biasanya akan merasakan gejala atau ciri ciri darah rendah seperti sesak nafas dan juga nafas yang pendek. Penyebabnya adalah akibat dari tensi darah yang rendah. Oleh sebab itulah, maka paru-paru harus bekerja dengan lebih keras supaya bisa memasok pasokan oksigen dengan jumlah yang banyak didalam tubuh kita. Hal inilah yang membuat nafas menjadi lebih cepat.

Ciri ciri darah rendah yang ditandai dengan pingsannya seseorang adalah misalnya si penderita sedang berdiri dalam waktu yang lama. Dan seorang penderita darah rendah juga bisa mengalami depresi jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera.

Banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit hipotensi atau tekanan darah rendah. Hipotensi dapat terjadi akibat mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang banyak. Misalnya adalah akibat dari melakukan operasi dan juga pembedahan, luka parah, mengalami muntah darah dan lain sebagainya. Suhu tubuh yang terlalu rendah dan juga terlalu tinggi merupakan salah satu faktor pemicu seseorang mengalami darah rendah. Bahkan gejala penyakit lain juga bisa menjadi faktor pemicu ciri ciri darah rendah. Misalnya adalah seperti demam, diare, dan juga muntah yang pada akhirnya akan beresiko menyebabkan dehidrasi.

Cara mengobati darah rendah secara alami dan mencegah munculnya ciri ciri darah rendah adalah dengan mengonsumsi beberapa jenis buah-buahan dibawah ini :

  1. Buah alpukat
    Buah alpuka yang mengandung lemak tak jenuh. Buah alpukat mengandung lemak baik yang sangat diperlukan dalam proses sistem metabolisme didalam tubuh. dan selain itu juga buah alpukat bekerja sebagai penambah darah karena adanya zat besi, kalsium, fosfor, vitamin A, B1, dan C, serta berbagai jenis mineral penting yang lain. Serat tinggi didalamnya juga sangat baik untuk membantu melancarkan sistem pencernaan.
  2. Anggur
    Cara mengobati darah rendah yang selanjutnya adalah dengan buah anggur. Buah anggur mengandung nutrisi yang lengkap yang berperan penting untuk proses pembentukan sel darah merah. Dan didalam buah anggur sendiri mengandung zat penting misalnya adalah seperti vitamin C, B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12, K, zat besi, kalsium, magnesium, mangan, fosfor, aklium, natrium dan mengandung seng didalamnya. Buah anggur juga sangat baik dalam membantu mencegah penyakit jantung koroner, selain itu sangat baik untuk membantu mengatasi susah tidur insomnia, membantu mengatasi penyakit hipertensi atau darah tinggi, menghambat penyebaran sel kanker, dan mengatasi penyakit diabetes, serta yang lainnya.
  3. Buah apel
    Buah untuk membantu menambah darah adalah buah apel. Buah ini mengandung vitamin yang sangat tinggi didalamnya yang sangat dianjurkan dikonsumsi untuk penderita penyakit anemia. Dan selain itu, buah ini mengandung zat serat yang akan melancarkan sistem pencernaan. Dan khasiatnya juga sangat baik untuk kesehatan jantung.

Anda bisa mengonsumsi buah-buahan diatas dengan sendiri atau bisa juga dikombinasikan. Kombinasi dari buah-buahan diatas bisa dijadikan sebagai jus yang bisa Anda campur sendiri dengan khasiat dan manfaat yang lebih optimal lagi. Selain dengan mengonsumsi buah-buahan diatas, hal yang harus dilakukaan adalah mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan sebaiknya jangan begadang.

Itulah informasi mengenai ciri-ciri penderita darah rendah, semoga informasi  Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

Ciri-Ciri Penderita Darah Rendah

Posted in Ciri-Ciri Darah Rendah | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Darah Rendah

Gejala Darah RendahTekanan darah rendah merupakan salah satu kondisi yang ditandai dengan ukuran dari jantung untuk memompakan darah dan juga mengalir atau sirkulasi ke seluruh tubuh. dan sirkulasi darah ini akan menyebabkan penekanan pada dinding pembuluh darah. Tekanan darah kemudian akan memompa darah menuju ke arteri tubuh dan setelah itu dikembalikan lagi menuju ke jantung lewat pembuluh vena. Dan perbedaan dari tekanan ini yang kemudian mengakibatkan masalah tekanan darah tinggi atau penyakit hipertensi, tekanan darah normal, serta tekanan darah rendah atau hipotensi. Gejala darah rendah ini bisa dilihat dari kencederungan seseorang yang mengalami tekanan darah rendah.

Gejala Darah Rendah

Gejala Darah Rendah

Ciri-Ciri Darah Rendah

Ciri-ciri darah rendah adalah :

  1. Pusing dan sakit kepala
    Gejala darah rendah yang sering terjadi adalah penderita merasa pusing dan sakit kepala. Ciri-ciri darah rendah yang satu ini disebabkan karena darah tidak bisa membawa oksigen dalam jumlah yang cukup ke dalam oksigen. Dan hal ini mengakibatkan si penderita akan mengeluh pusing kepala. Kepala akan terasa berkunang-kunang terasa seperti 7 keliling. Tekanan darah rendah akan menyebabkan si penderita pingsang. Dan gejala darah rendah seperti sakit kepala akibat tekanan darah menjadi tidak stabil yang disebut dengan ortostatik.
  2. Kabur dan berkunang-kunang
    Ciri-ciri darah rendah yang ditandai dengan penglihatan tiba-tiba akan kabur selama beberapa saat kemudian, dan kadang juga akan terjadi secara berulang. Hal ini bisa dibedakan dengan munculnya kekaburan karena mengalami mata minus. Bisa juga disebabkan oleh karena terlalu lama duduk dan setelah itu langsung berdiri. Hal ini akan menyebabkan keseimbangan menjadi terganggu, dan bisa mengakibatkan si penderita pingsan. Bisa juga terjadi disaat penderita sedang berdiri dalam waktu yang terlalu lama misalnya saat sedang antre atau juga saat sedang ikut upacara.
  3. Pucat, loyo, lemas, dan tidak bersemangat
    Gejala darah rendah yang selanjutnya adalah pucat, loyo, dan juga tidak bersemangat. Ciri-ciri darah rendah yang satu ini akan membuat si pendrita mengalami denyut nadi lemah atau bahkan tidak stabil akibat suplai darah menuju ke otak lebih sedikit. Biasanya gejala darah rendah yang dirasakan bisa terdteksi dari kaki, kemudian tangan, telinga, dan juga ditandai dengan bibir yang membiru. Dan biasanya akan disertai dengan keringat yang deras keluar.
  4. Perut mual
    Gejala darah rendah selanjutnya adalah mual. Ciri-ciri darah rendah seperti ini akan terjadi secara berulang, membuat si penderita menjadi tidak bertenaga, dan bahkan untuk sekedar berdiri saja tidak kuat. Hal ini disebabkan karena tidak adanya cukup energi yang bisa dibawa oleh darah menuju ke otak.
  5. Nafas cepat dan pendek
    Ciri-ciri darah rendah yang satu ini adalah salah satu bentuk dari reaksi tubuh atau paru-paru untuk bisa mengimbangi ketidakmampuan dari darah untuk mengikat oksigen yang akan diedarkan menuju ke seluruh tubuh. sesak nafas akan terjadi akibat disaat tekanan darah ke jantung melemah, dan otot jantung serta otot intra-tulang dada semakin terganggu. Akibatnya akan menimbulkan masalah sesak nafas dan juga nyeri pada dada. Dan kadang akan dirasakan oleh denyut jantuung, terganggu serta menjadi tidak teratur.
  6. Otak tidak akan bisa bekerja dengan baik
    Ciri-ciri darah rendah yang selanjutnya adalah otak tidak akan berkonsentrasi dengan baik. hal ini akan membuat si penderita menjadi kebingungan akibat dari asupan suplai oksigen yang kurang didalam otak. Jika sedang bekerja atau jga sedang melakukan aktivitas, maka tidak akan bisa berpikir lebih cepat dan tidak bisa mengerjakan tugas dengan tangkas.

Tekanan darah rendah atau yang biasa disebut dengan hipotensi bisa terjadi oleh siapa saja. Walaupun beberapa jenis tekanan darah biasanya tergantung dari usia dan juga faktor yang lainnya.

  1. Usia
    Tekanan darah yang menurun disaat seseorang sedang berdiri atau juga sesudah makan terjadi terutama adalah pada orang tua yang usianya 65 tahun ke atas. Dan hipotensi ortostatik adalah terjadinya penyakit darah rendah setelah berdiri, sedangkan untuk hipotensi  postprandial adalah terjadi darah rendah setelah makan.
  2. Obat-obatan
    Orang yang minum obat-obatan tertentu, misalnya seperti obat tekanan darah tinggi jenis alpha-blocker, mempunyai resiko yang lebih besar untuk mengalami tekanan darah rendah.
  3. Karena adanya jenis penyakit tertentu yang mendasarinya
    Penyakit parkinson, penyakit diabetes, dan juga beberapa kondisi dari jantung yang bisa menempatkan pada resiko untuk terkena penyakit tekanan darah rendah.

Salah satu cara yang bisa membantu mengatasi hipotensi adalah dengan minum air putih. Air putih dianggap sebagai obat alami yang akan bekerja untuk membantu mengatasi serta mencegah terjadinya berbagai macam penyakit, dan salah satunya adalah darah rendah. Oleh sebab itulah, sangat dianjurkan sekali untuk minum air putih dengan jumlah yang cukup setiap harinya. Paling tidak adalah 8 gelas dalam sehari. dan jangan khawatir, karena minum air putih tidak akan ada efek sampingnya.

Itulah informasi mengenai gejala darah rendah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya yang membacanya.

Gejala Darah Rendah

Posted in Ciri-Ciri Darah Rendah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Tekanan Darah Rendah Saat Hamil

Pusing selama kehamilan adalah gejala yang relatif umum. Keadaan ini seringkali disebabkan oleh hipotensi atau tekanan darah rendah. Pusing biasnya baru muncul pada trisemester kedua meskipun bisa juga timbul lebih cepat. Ada dua alasan dari hipotensi tekanan darah rendah selama kehamilan. Tekanan darah rendah bisa disebabkan oleh membesarnya rahim yang menyebabkan aorta dan vena cava tertekan. Keadaan ini disebut hipotensi supine dan terjadi jika Anda berbaring. Keadaan ini bisa dihilangkan atau dicegah dengan tidak tidur atau berbaring pada posisi terlentang. Penyebab hipotensi yang kedua adalah bangun terlalu cepat dari posisi duduk, berlutut, atau berjongkok. Keadaan ini disebut hipotensi postural. Tekanan darah Anda turun sewaktu Anda berdiri dengan cepat dan darah meninggalkan otak karena gaya tarik bumi. Pengobatan hipotensi pada kehamilan ini dapat dilakukan dengan berdiri perlahan-lahan dari posisi duduk atau berbaring.

Tekanan darah rendah saat hamil atau hipotensi akan diperberat dengan kompresi aortokaval oleh kepala bayi, khususnya bila ibu hamil tersebut beraring telentang atau sangat gemuk, atau jika uterus sangat besar karena kehamilan kembar, diabetes atau polihidramnion. Untuk menghindari kompresi vena kava uterus harus bergeser ke lateral, ibu hamil yang mendapatkan obat anastesi lokal selama persalinannya haru menghindari posisi telentang (supinasi) yang meliputi posisi duduk pada tempat duduk yang dimiringkan ke belakang. Dan bidan harus memeriksa secara teratur posisi tubuh, atauu sebagai alternative lain. Posisi tubuh yang dimirinkan ke samping sebesar 20 derajat denan sebuah ganjal. Kompresi aortokaval dapat dikurangi jika ibu mengambil posisi tegal dan melaksanakan ambulasi. Jika seorang ibu hamul (tana disengaja) berbaring telentang pada kehamilan aterm, aliran darah plasenta akan berkurang sebesar 20-30 persen tanoa perubahan pada tanda-tanda votal maternal. Jika posisi ini tidak diperbaiki, sindrom hipotensi supinasi yang menimbulkan kolaps maternal dapat terjadi kemudian. Keadaan ini menunjukkan bahwa praktisi harus mempertimbangkan pemeriksaan vaginal pada ibu hamil tersebut dalam posisi berbaing miring atau lateral.

Tekanan darah rendah saat hamil cenderung terjadi pada anastesi spinal (intratekal) dibandingkan pada anastesi epidural. Situasi yang beresiko tinggi ini meliputi :

  1. Pemberian dalam 30 menit pertama
  2. Ketika pemberian selanjutnya dilakukan untuk meningkatkan efek analgesia
  3. Kompresi aortokaval (yang membuat hipotensi timbul kembali ketika pasien berbaring telentang).
  4. Hipolovemia
  5. Ketika obat anastesi mencapai ketinggian segmen T4 (setinggi putting)
  6. Jika sudah terdapat masalah jantung seperti blok jantung
  7. Pososi berdiri karena dapat menimbulkan hipotensi postural.

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Hipotensi Ortostatik

Penyakit tekanan darah rendah hipotensi ortostatik didefinisikan sebagai penurunan tekanan darah sistolik sekurangnya 20 mmHg atau tekanan darah diastolic sekurangnya 10 mmHg dalam waktu 3 menit berdiri. Biasanya tidak terjadi kompensasi normal yang berupa peningkatan denyut nadi saat berdiri. Jika tidak dijelaskan lebih jauh, istilah ini menunjukkan perubahan ortostatik yang menimbulkan (1) kenaikan nadi melebihi 10 denyut.menit, (2) penurunan TDS biasanya 10 torr atau lebih, (3) penurunan tekanan darah diastolic sebesar 5 torr atauu lebih. Perubahan hanya dapat ditunjukkan pada posisi berdiri dan adakalanya hanya setelah mempertahankan posisi tersebut selama 3 menit.

Tiga butir penting yang perlu diingat pada penyakit tekanan darah rendah hipotensi ortostatik adalah :

  1.  Pemeriksaan tekanan darah hipotensi ortostatik tanpa pemeriksaan nadi ortostatik adalah tindak berarti.
  2. Jika penderita yang duduk menunjukan hipotensi ortostatik, pemeriksaan tidak diteruskan ke posisi tegak kecuali dalam keadaan khusus yang sangat langka.
  3. Jika terdapat hipotensi pada posisi terlentang, pemeriksaan ortostatik merupakan kontraindikasi dan berbahaya.

Darah rendah hipotensi ortostatik lazim pada umur tua, terutaa diantara penderita hipertensi, dan defisiensi mineralokortikoid. Kebanyakan obat-obatan antihipertensi dapat menimbulkan hipotensi ortostatik. Sejumlah obat-obatan lain termasuk fennotiasin dan antidepresan trisiklik juga termasuk dalam diagnosis banding. Hubungan yang salah: penurunan tekanan darah tanpa disertau peningkatan denyut nadi. Jika terdapat penyakit hipotensi ortostatik tetapi nadi tidak meningkat, atauu peningkatan  sangat sedikit, maka terjadi disfungsi otonomic. Hal ini umum terdapat pada neupati diabetikum, defisiensi B12, dan kadang-kadang terpisah Gangguan otonomik iatrogen dapat ditimbulkan oleh penyekat beta. Jika terdapat fungsi otonomik maka penilaian hipolovemi melalui pemeriksaan ortostatik adalah tidak mungkin. Jika ditemukan hipotensi ortostatik, tetapi nadi tidak dihitung pada kedua posisi, pemeriksa tidak dapat membedakan hipolovemia dengan disfungsi otonomik. Pemeriksaan tekanan darah dan nadi pada dua posisi dalam pengujian kesehatan penderita yang sehat. Jika dfungsi otonomik ditemukan pada garis basal, jangan buang-buang waktu untuk mencoba menilai status volume dengan pemeriksaan ortostatik jika sakitnya penderita sangat akut.

  • Mengonsumsi lebih banyak garam (namun ini tentu saja harus didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah resiko timbulnya hipertensi)
  • Konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi
  • Olahraga
  • Jika kamu menjatuhkan sesuatu, biasakanlah untuk mengambilnya dengan cara duduk dan bertumpu pada kedua lutut
  • Gunakan stocking yang ketat untuk membantu memompa darah yang berasal dari kaki kembali ke jantung
  • Ketika akan bangun dari tempat tidur, jangan langsung berdiri. Tarik napas dalam-dalam dahulu lalu berdirilah pelan-pelan
  • Jika saat berdiri merasa gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, silangkan kaki membentuk posisi kaki seperti gunting atau letakkan kaki di tepian kursi untuk membantu mendorong darah kembali ke jantung

 

Posted in Ciri-Ciri Darah Rendah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Gejala Darah Rendah

Tekanan darah rendah (hipotensi) adalah keadaan di mana tekanan darah adalah lebih rendah dari tekanan yang diperlukan oleh tubuh, sehingga setiap organ dari badan tidak mendapat aliran darah yang cukup. Tekanan darah seseorang adalah berbeza. Memba-bitkan kawalan utama otak, jantung, buah pinggang dan ransangan di dalam salur darah. Bagi penghidap tekanan darah rendah, mereka tidak akan menunjukkan tanda mereka mem-punyai penyakit tekanan darah rendah. Mereka akan menunjukkan ciri gejala awal darah rendah seperti:

  1. cepat lelah
  2. pening kepala ketika posisi badan berubah
  3. sukar untuk berkonsentrasi
  4. mata berkunang-kunang
  5. mual
  6. kulit berasa dingin, pucat dan lembap
  7. pernafasan cepat dan pendek
  8. defresi
  9. cepat haus

Ciri gejala darah rendah disebabkan oleh beberapa penyebab yaitu :

  1. Dehidrasi. Efek samping obat seperti alkohol, anxiolytic, beberapa antidepresan, diuretik, obat-obatan untuk tekanan darah tinggi dan penyakit jantung koroner, analgesik.
  2. Masalah jantung seperti perubahan irama jantung (aritmia), serangan jantung, gagal jantung.
  3. Kejutan emosional, misalnya syok yang disebabkan oleh infeksi yang parah, stroke, anafilaksis (reaksi alergi yang mengancam nyawa dan trauma hebat.
  4. Perdarahan, dll. Anda sangat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau spesialis jika sering pingsan atau hipotensi mengganggu kualitas hidup Anda.
  5. Diabetes tingkat lanjut

Ciri gejala darah rendah juga bisa disebabkand dari shock. Disaat seseorang mengalami masalah shock, maka tekanan darah akan rendah sehingga aliran oksigen ke organ utama tubuh tidak dapat terlaksana dengan baik termasuk salah satunya adalah otak. Bila aliran darah ke otak tidak cukup juga maka gejala yang timbul seperti pusing, mengantuk dan kebingungan. Ciri gejala t=darah rendah mungkin sulit terlihat pada saat awal terkena shock. Untuk orang tua, biasanya akan mengalami kebingungan apabila yang mengalami tekanan darah rendah.  Jika shock tersebut makin buruk, maka orang itu akan pingsan. Jika berlanjut, maka orang tersebut akan kehilangan kesadaran. Jika tidak ditangani dengan cepat, shock bisa menyebabkan masalah yang fatal. Shock juga bsia terjadi karena volume darah rendah sehingga aksi memompa dijantung berkurang (gagal jantung).

Pencegahan penyakit darah rendah ini bisa dilakukan dengan:

  1. Makan makanan bergizi
  2. Tidur cukup
  3. Mandi air dingin.

Tekanan darah rendah sendiri juga bisa diderita oleh anak kecil (karena sakit panas tinggi) ataupun oleh orang dewasa (karena kelelahan fisik yang berkepanjangan).

Cara pengobatan dari darah rendah sendiri adalah ;

  1. Makan makanan yang bergizi dan menyebabkan kenyang
  2. Tidur cukup dengan cara kepala lebih rendah daripada kaki (posisi kaki lebih tinggi daripada posisi kepala)

 

Posted in Ciri-Ciri Darah Rendah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Ciri Ciri Darah Rendah

Darah rendah dapat terjadi pada siapa saja. Darah rendah paling sering terjadi pada wanita hamil, penyebabnya pun beraneka ragam. darah rendah dapat terjadi yang didasari oleh banyak faktor penyebab baik dimulai dari pola hidup sampai pada masalah genetik/keturunan.

Normalnya tekanan darah seseorang adalah 120/90 mmHg. Umumnya penderita darah rendah akan mengalami berbagai banyak gejala seperti pusing, mudah lelah, wajah pucat dll.

Berikut ada beberapa ciri dari penderita darah rendah, adalah :

1. Pusing

Penderita tekanan darha rendah biasanya selalu meraksan pusing dan penglihatan tiba-tiba menjadi gelap baik ketika sedang berdiri atau duduk. Hal ini diakibatkan oleh aliran darah yang menuju ke otak tidak sampai pada otak karena tekanan darah yang dimiliki terlalu rendah.

2. Mudah lelah

Penderita darah rendah umumnya akan lebih mudah merasa lelah, wajah pucat dan lesu. Hal ini dilatar belakangi oleh peredaran darah ke seluruh tubuh tidak bekerja secara maksimal dalam mengalirkan darah, sehingga tubuh mudah merasa capek dan cepat lelah.

3. Terkadang pingsan

Apabila kita memiliki tekanan darah rendah, tentunya akan dapat mengakibatkan peredaran darah ke otak menjadi berkurang. Akibatnya kepala akan cepat terasa pusing. Ketika berdiri, tiba-tiba jatuh pingsan.

4. Laju napas cepat

Seseorang yang memiliki tekanan darah rendah berhubungan dengan otak akibat suplai darah pada otak tidak maksimal dan tidak terpenuhi dengan baik sehingga oksigen dalam otak pun berkurang. Kemudian otak akan memaksa mengerakkan saraf untuk bernafas lebih cepat.

Posted in Ciri-Ciri Darah Rendah | Tagged , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Hipotensi

Penyakit darah rendah atau Hipotensi (Hypotension) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang turun dibawah angka normal. Yaitu mencapai nilai rendah 90/60 mmHg. Nilai normal tekanan darah seseorang dengan ukuran tinggi badan, berat badan, tingkat aktifitas normal dan kesehatan secara umum adalah 120/80 mmHG. Namun ada beberapa orang yang tekanan darahnya berada di bawah angka normal. jika terus menerus maka keadaan ini bisa menganggu aktivitas seseorang.

Walaupun begitu, beberapa orang mungkin memiliki nilai tekanan darah sekitar 110/90 mmHg atau bahkan 100/80 mmHg akan tetapi mereka tidak/belum atau jarang menampakkan beberapa keluhan berarti, sehingga hal itu dirasakan biasa saja dalam aktivitas kesehariannya. Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, didukung dengan beberapa faktor yang memungkinkan memicu menurunnya tekanan darah yang signifikan seperti keringat dan berkemih banyak namun kurang minum, kurang tidur atau kurang istirahat (lelah dengan aktivitas berlebihan) serta haid dengan perdarahan berlebihan, maka tekanan darah akan mencapai ambang rendah (hipotensi) 90/60 mmHg.

Cara Mencegah Hipotensi

1. Makanlah bergizi tinggi, empat sehat lima sempurna. Makan bergizi membuat tubuh selalu bugar. Tubuh yang bugar tidah mudah terserang penyakit. Sebab bila tubuh kurang sehat, gangguan tekanan darah rendah mudah kambuh.

2. Jangan lupa sarapan pagi sebelum melakukan aktivitas. Sebab bila beraktivitas perut masih kosong, tubuh kekurangan energi. Dalam kondisi ini pada orang yang memiliki riwayat hipotensi, gangguan mudah muncul.

3. Hindari tidak tidur hingga larut malam. Idealnya orang perlu tidur minimal 6 jam. Bila kurang tidur stamina jadi lemah dan memudahkan darah rendah muncul.

4. Disarankan untuk banyak mengonsumsi makanan yang cukup mengandung kadar garam (asin) karena makanan seperti itu dapat meningkatkan tekanan darah.

5. Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup, sekitar 8-10 gelas per hari. Sesekali perlu minum kopi agar memacu peningkatan degup jantung sehingga tekanan darah akan meningkat

6. Lakukan olah raga teratur seperti joging selama 30 menit setiap hari. Olah raga membuat daya tahan fisik kuat sehingga tekanan darah akan stabil.

7. Minumlah vitamin secara rutin, 2x sehari, misalnya vitamin C. Vitamin akan membantu memperkuat data tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit.

8. Sebagian masyarakat mempercayai daging kambing bisa mencegah tekanan darah rendah. Pendapat ini sebetulnya belum jelas, namun boleh saja makan karena daging kambing nilai gizinya cukup tinggi.

Posted in Ciri-Ciri Darah Rendah | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Eksternal Penyebab Hipotensi

Tekanan darah rendah atau hipotensi terjadi bila tekanan darah lebih rendah dari biasanya, yang berarti jantung, otak dan bagian tubuh lain tidak mendapatkan cukup darah.

Biasanya, seseorang disebut menderita hipotensi bila tekanan darahnya di bawah 90/60 mmHg . Namun hal itu tidak berlaku bagi setiap orang. Ada orang yang tekanan darah normalnya selalu rendah dan tidak merasakan gangguan. Sementara, ada orang yang bertekanan darah di atas angka tersebut dan mengalami masalah hipotensi. Faktor yang paling penting adalah adanya perubahan tekanan darah dari kondisi normal. Tekanan darah normal manusia berada pada kisaran 90/60 sampai 130/80 mm Hg, namun penurunan yang signifikan, bahkan hanya 20 mm Hg, dapat menyebabkan masalah bagi sebagian orang.

Faktor eksternal penyebab Hipotensi :

1. Dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) yang disebabkan karena kurang minum, diare, muntah.

2. Mengonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi, jantung, anti-depresi, obat disfungsi ereksi atau obat parkinson.

3. Penggunaan obat berefek diuretik secara berlebihan, cth: obat pelangsing

4. Anemia, infeksi berat, gangguan jantung, gangguan sistem saraf pusat, gangguan endoktrin (termasuk hipotiroid, hipertiroid, diabetes, dan kadar gula darah rendah).

5. Terlalu lama berada di udara panas, kehamilan, terlalu lama berbaring karena sakit atau lanjut usia.

Cara Mengobati Hipotensi

a. Jika hipotensi ortostatik disebabkan oleh obat-obatan, dokter dapat mengubah dosis atau memberikan obat yang berbeda. Jangan berhenti minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan lain untuk hipotensi ortostatik termasuk penambahan cairan untuk mengobati dehidrasi atau memakai selang elastis untuk meningkatkan tekanan darah di bagian bawah tubuh.

c. Mereka yang menderita hipotensi jenis NMH harus menghindari pemicu, seperti berdiri untuk waktu yang lama. Pengobatan lain melibatkan banyak minum cairan dan meningkatkan jumlah garam dalam makanan. (Pengobatan ini harus atas rekomendasi dokter karena terlalu banyak garam juga dapat berbahaya bagi kesehatan).

d. Hipotensi akut yang disebabkan oleh syok adalah kedaruratan medis. Mungkin dokter akan memberikan transfusi darah intravena, obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah dan kekuatan jantung, serta obat lainnya seperti antibiotik.

Secara medis, tekanan darah rendah tidak memerlukan pengobatan dan nyaris belum ada obat untuk menyembuhkannya, namun Hipotensi dapat dicegah dengan cara :

– Minum air putih 8-10 gelas per hari. Sesekali minum kopi untuk memacu/meningkatkan degup jantung, sehingga tekanan darah meningkat.

– Olah raga ringan yang teratur seperti jalan kaki selama 30 menit, minimal 3 kali seminggu dapat membantu mengurangi timbulnya gejala.

– Dianjurkan mengenakan stocking elastis,khususnya bagi wanita. Guna stocking ini untuk memperlancar aliran balik darah ke jantung terutama pada bagian tungkai bawah. Sehingga, darah yang dipompakan ke seluruh tubuh mencukupi, dan tekanan darah dalam batas normal.

– Pemberian obat-obatan (meningkatkan darah) hanya dilakukan apabila gejala hipotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. Biasanya dokter hanya memberikan vitamin (support/placebo) serta beberapa saran agar penderita terhindar dari serangan hipotensi.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Hipotensi

Hipotensi (tekanan darah rendah) adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmhg atau tekanan darah cukup rendah sehingga menyebabkan gejala-gejala seperti pusing dan pingsan.

Sebenarnya tubuh mempunyai mekanisme untuk menstabilkan tekanan darah, kestabilan tekanan darah ini penting sebab tekanan harus cukup tinggi untuk mengantarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh sel di tubuh dan membuang limbah yang dihasilkan jika tekanan terlalu tinggi, bisa merobek pembuluh darah dan menyebabkan perdarahan di dalam otak (stroke hemoragik) atau komplikasi lainnya jika tekanan terlalu rendah, darah tidak dapat memberikan oksigen dan zat makanan yang cukup untuk sel dan tidak dapat membuang limbah yang dihasilkan sebagaimana mestinya dari sekian banyak penyebab hipotensi maka hipotensi karena perubahan posisi tubuh atau hipotensi ortostatik lah yang paling sering terjadi kapan pasien dikatakan menderita hipotensi jenis ini.

Jenis-Jenis Hipotensi

Ada tiga jenis utama hipotensi:

1. Hipotensi ortostatik

Hipotensi ortostatik disebabkan oleh perubahan tiba-tiba posisi tubuh, biasanya ketika beralih dari berbaring ke berdiri, dan biasanya hanya berlangsung beberapa detik atau menit. Hipotensi jenis ini juga dapat terjadi setelah makan dan sering diderita oleh orang tua, orang dengan tekanan darah tinggi dan orang dengan penyakit Parkinson.

2. Hipotensi Dimediasi Neural

NMH dalam singkatan bahasa Inggris. NMH paling sering mempengaruhi orang dewasa muda dan anak-anak dan terjadi ketika seseorang telah berdiri untuk waktu yang lama.

3. Hipotensi Akut

Hipotensi akut akibat kehilangan darah tiba-tiba (syok)

Gejala Hipotensi

Seseorang yang mengalami tekanan darah rendah umumnya akan merasakan :

1. Pusing
2. Sering menguap
3. Penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (kunang-kunang) terutama sehabis duduk lama lalu berjalan
4. Keringat dingin
5. Merasa cepat lelah tidak bertenaga
6. Mengalami pingsan yang berulang.
7. Detak/denyut nadi teraba lemah
8. Penderita tampak pucat, hal ini disebabkan suplai darah yang tidak maksimum keseluruh jaringan tubuh

Posted in Ciri-Ciri Darah Rendah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment